December 29, 2011

Cyberbullying, are u?

Karena skripsi saya tentang cyberbullying,  kayanya ke depannya akan banyak postingan mengenai info ini. Mungkin sebagian dari kalian sudah tahu dan bahkan mengalami, tapi banyak juga ternyata yang belum tahu istilah ini,padahal sudah sering sekali mengalaminya. Pernah membajak dan dibajak akun jejaring sosial?  Pernah menghina dina seseorang saat chatting? Atau pernah menyudutkan seseorang di sebuah forum chat? yap,ternyata itu salah satu jenis cyberbullying lho.

Agar lebih jelas dan lebih paham lagi, berikut saya rangkum beberapa kajian teoritis mengenai cyberbullying yang dilansir dari berbagai sumber terpercaya seperti jurnal internasional ilmiah, buku, dan artikel ilmiah juga.

Cyberbullying merupakan salah satu jenis bullying. Intimidasi dalam dunia cyber meliputi bentuk agresi dalam hubungan dan segala bentuk-bentuk ancaman elektronik, dan ini terjadi di mana-mana (Parsons, 2005). Istilah cyberbullying dikenalkan oleh Bill Belsey dari Kanada, dan istilah ini berkembang begitu cepat. Cyberbullying memiliki definisi yang beda-beda. Berikut adalah definisi cyberbullying menurut para ahli : Continue reading

April 6, 2011

Konseling Bermain

Last semester, when I would practice one of my task in an elementary school, I was very confused. At that time, I had to practice an individual counseling with a student  an elementary  school.  As long I have studied, I’ve only learned about the Carkhuff theory to implement a counseling practice. But, that theory is not recommended for children, its used for adolescence .

But now, in my subject, “Guidance and Counseling for Elementary Student” which given by Mr.Solehudin, I learn about “Counseling Playing”. Its one of counseling method that we can use to approach the children. As we know, that playing is childres’s world.  How counseling playing gonna work? I will describe it, according to Mr.Solehudin’s paper (unfortuneately, he didn’t put the year on his paper). I will explain it  in Indonesian🙂

Konsep Konseling Bermain

Dalam melakukan komunikasi dengan anak, kita seringkali kesulitan. Hal ini disebabkan anak tidak memiliki kemampuan yang cukup dalam menjelaskan permasalahannya. Seringnya, anak  justru akan terlihat ketakutan atau memperlihatkan penolakan jika orang dewasa mendekatinya dengan menggunakan bahasa verbal.

Salah satu waktu anak bisa berekspresi adalah saat mereka bermain.  Sebagaiman diungkap oleh Muro & Kottman (1995) bahwa bermain merupakan bentuk self expression bawaan anak.  Bermain terjadi secara alamiah pada anak dan merupakan suatu ekspresi spontan dari emosi dan pikiran-pikirannya.  Konselor tentu harus memanfaatkan situasi ini untuk mengeksplor emosi dan pikiran anak.

A Freud memandang bermain ekuivalen dengan bahasa orang dewasa. Sementara M. Klein (Muro & Kottman,1995) memandang lain. Dia berpendapat bahwa aktivitas bermain dapat diinterpretasi  langsung oleh konselor secara bebas (free association). Continue reading

February 11, 2011

Great woman, menurutku ..

Wanita, dengan segala pujian dan hujatan yang tak henti berganti, menjadi makhluk yang begitu kontroversial di planet yang bernama bumi ini. Dikatakan wanita adalah tiang agama, juga perhiasan dunia (khusus wanita shalehah), atau juga racun dunia (versi changcuters). Banyak orang menyetujui di balik lelaki yang besar, sesungguhnya ada wanita yang hebat. Di setiap pidato B.J. Habibi, selalu diselipkan kata-kata “Di balik kesuksesan  seorang lelaki, ada dua wanita yang sangat berpengaruh, yaitu ibu dan istri”.

Padahal kita pun tak bisa memungkiri, bahwa di setiap wanita yang besar, juga ada lelaki yang hebat.

Pada dasarnya fitrah wanita itu dipimpin laki-laki.. Jika dalam pedoman hidup ini (Al Quran) telah digariskan seperti itu, maka tidak ada seorang muslim pun yang berhak memungkirinya. Lalu bagaimana dengan persoalan wanita-wanita hebat, kuat, yang mungkin tidak lagi merasa harus dipimpin laki-laki? Well, saya tidak akan membahas itu, saya tidak mau membahas sisi negatif dari persoalan ini. Mari kita membicarakan sisi positif yang mungkin bisa kita gali di sini, setidaknya dalam pikiran saya pribadi.

Great woman menurut saya, bukan terletak pada kecantikan paras dari seorang wanita, bukan pada gelar dan jabatan seorang wanita, bukan pada harta yang dimilikinya, atau seberapa kuat otot-ototnya. Saya berbicara dari perspektif wanita, dengan ini, saya pun ingin menjadi great woman.

Great woman yang pernah saya temukan di dunia ini, salah satunya adalah istri BJ.Habibi, Ainun Habibi. Habibi begitu mencintai Ainun, dan saya yakin, lelaki serasional  dan secerdas Habibi memiliki jutaan alasan tepat untuk mencintai Ainun. Dalam buku Habibie dan Ainun yang ditulis langsung oleh Habibi, sering ditemukan ungkapan yang sama, “Ainun yang mengilhami, menenangkan, tidak pernah mengeluh, dan  memberikan senyum yang selalu saya rindukan” .

Di balik kebesaran seorang Habibi, Ainun-lan tempatnya pulang dan menenangkan diri. Ainun yang cerdas, shalehah, dan sangat berkesempatan untuk berkarir sebagai lulusan kedokteran UI, memilih untuk menjadi rumah yang nyaman untuk Habibi. Seperti dikutip dalam buku  A. Makmur Makka (SABJH) hal. 386, sebagai berikut

Mengapa saya tidak bekerja? Bukankah saya dokter? Memang. Dan sangat mungkin saya bekerja pada waktu itu. Namun saya pikir : buat apa uang tambahan dan kepuasan batin yang barangkali cukup banyak jika akhirnya diberikan kepada  seorang perawat pengasuh anak bergaji tinggi dengan resiko kami harus kehilangan kedekatan dengan anak sendiri? Apa artinya tambahan uang dan kepuasan professional jika akhirnya anak saya tidak bisa saya timang sendiri, saya bentuk sendiri kepribadiannya? Anak saya tidak akan mempunyai ibu. Seimbangkan anak kehilangan ibu bapak, seimbangkah orang tua kehilangan anak, dengan uang dan kepuasan pribadi tambahan karena bekerja? Itulah sebabnya saya menerima hidup pas-pasan”

Kata-kata yang mencengangkan. Seperti inilah pandangan seorang great woman yang saya maksud. Tidak, bukan berarti wanita itu harus berdiam diri di rumah dan tak perlu mengenyam pendidikan. Kita lihat Ainun dengan segala kecerdasan, ketenangan, dan ke-legowo­-annya. Apakah ilmu kedokteran yang dipelajari Ainun itu terbuang percuma ketika dia menjadi ibu rumah tangga? Saya pikir tidak. Justru Ainun menjadi dokter pribadi bagi Habibi dan anak-anaknya. Continue reading

December 30, 2010

Tipe Kepribadian Holland

Menurut teori Holland, terdapat beberapa tipe kepribadian yang mempengaruhi pilihan  karirnya.  Berikut saya tulis dari makalah kelompok 1 mata kuliah Bimbingan Karir dengan judul Holland’s Career Typology Theory of Vocational Behavior .

a. Tipe Realistic

Tipe model ini memiliki kecenderungan untuk memilih lapangan kerja yang berorientasi kepada penerapan. Ciri-cirinya yaitu; mengutamakan kejantanan, kekuatan otot, keterampilan fisik, mempunyai kecakapan, dan koordinasi motorik yang kuat, kurang memiliki kecakapan verbal, konkret, bekerja praktis, kurang memiliki keterampilan sosial, serta kurang peka dalam hubungan dengan orang lain. Misalnya, petani atau  supir truk.

b. Tipe Investigatif (Intelektual)

Tipe model ini memiliki kecenderungan untuk memilih pekerjaan yang bersifat akademik atau lebih mementingkan pemikiran dari pada tindakan. Ciri-cirinya adalah memiliki kecenderungan untuk merenungkan daripada mengatasinya dalam memecahkan suatu masalah, berorientasi pada tugas, tidak sosial. Membutuhkan pemahaman, menyenangi tugas-tugas yang bersifat kabur, memiliki nilai-nilai dan sikap yang tidak konvensional. Misalnya ahli kimia, ahli biologi Continue reading

November 26, 2010

Pola asuh dan Fitrah Manusia

Berkali-kali saya mengikuti perkuliahan tentang pola asuh anak. Berkali-kali juga saya menemui puisi

karya Dorothy Law Nolte yang begitu banyak dikopi orang untuk  makalah dan presentasinya, mari kita lihat sebentar  puisinya :

Anak-anak Belajar Dari Apa Yang Mereka Alami

Bila anak hidup dengan kritikan,

Ia belajar untuk mengutuk.
Bila anak hidup dengan permusuhan,
Ia belajar untuk melawan.
Bila anak hidup dengan ejekan,
Ia belajar menjadi pemalu.
Bila anak hidup dengan rasa malu,
Ia belajar untuk merasa bersalah. Continue reading

November 3, 2010

Perkembangan Sosial Anak

Berikut review saya mengenai materi perkembangan sosial anak. ( Semoga UTS besok sukses, doakan ya pembaca🙂 )

Pertama yang harus kita pahami, tentu definisi dari perkembangan sosial ini. Syamsu Yusuf (2007)  menyatakan bahwa Perkembangan sosial merupakan pencapaian kematangan dalam hubungan sosial. Perkembangan sosial dapat pula diartikan sebagao proses belajar untuk menyesuaikan diri terhadap norma-norma kelompok, moral dan tradisi ; meleburkan diri menjadi satu kesatuan dan saling berkomunikasi dan kerja sama.

Kita langsung saja kepada tingkah laku sosial anak  yang diwujudkan dalam interaksi-interaksi sosial seperti : Continue reading

November 3, 2010

Perkembangan Emosi Anak

Seperti biasa, menjelang ujian-ujian, saya akan me-review materi melalui blog ini. Bagi saya ini berfungsi untuk menerangkan kembali materi yang saya ingat dengan bahasa sendiri, juga mungkin memiliki manfaat yang lain-lain bagi pembaca🙂 . Nah kali ini saya akan sedikit membahas aspek perkembangan emosi pada anak. Materi ini dipresestasikan oleh kelompok saya, kelompok 3 program studi Bimbingan Konseling ontop anak.

Oke, sebelumnya, mari kita mengenal apa arti emosi.

Menurut English and English, emosi adalah “A complex feeling state accompanied by characteristic motor and glandular activities” atau suatu keadaan perasaan yang kompleks yang disertai karakteristik kegiatan kelenjar dan motoris. Seringkali kita mengartikan emosi hanya pada keadaan kita marah atau kita benci. Padahal definisi emosi secara global adalah, keadaan perasaan kita secara keseluruhan. Benci, marah, senang, sedih, itulah macam-macam emosi. Continue reading

September 24, 2010

Definisi Penelitian

Penelitian adalah investigasi yang sistematis, terkontrol, empiris dan kritis dari suatu proposisi hipotesis mengenai hubungan tertentu antarfenomena (Kerlinger, 1986: 17-18).

Penelitian merupakan refleksi dari keinginan untuk mengetahui sesuatu berupa fakta-fakta atau fenomena alam. Perhatian atau pengamatan awal terhadap fakta atau fenomena merupakan awal dari kegiatan penelitian yang menimbulkan suatu pertanyaan atau masalah (Indriantoro & Supomo,1999: 16).

Continue reading

August 30, 2010

Novel “A Thousand Splendid Suns”

Nama Novel      : A Thousand Splendid Suns

Penulis                : Khaled Hosseini

Penerbit             : Qanita

Tahun terbit     : Cetakan I tahun 2007

Halaman            : 501

Bagi yang pernah membaca atau menonton film The Kite Runner, pasti tidak asing dengan nama Khaled Hosseini.  Novel ini pun tak kalah mengagumkan dengan The Kite Runner.  Novel ini bercerita tentang dua perempuan Afganistan yang hidup di tengah hiruk pikuk pemerintahan Afganistan dan mengalami penderitaan yang mungkin tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

Dua perempuan ini berjuang mempertahankan hidup dengan takdir mereka yang begitu menyedihkan. Berlatarkan perang Afganistan dari tahun 1970-an sampai tahun 2000-an, Khaled membawa sisi kehidupan lain Afganistan Continue reading

August 30, 2010

Novel Pompeii

Judul        : Pompeii
Penulis     : Robert Harris
Penerbit  : Gramedia Pustaka Utama
Tahun       : Cetakan I, September 2009
Tebal         : 392 halaman

Mengulang kesuksesan novel IMPERIUM, Robert Harris tak pernah mengecewakan dalam mengemas satu lagi novel sejarah. Bagi yang tertarik mengetahui seluk-beluk Pompeii, kota yang hancur karena letusan gunung Vesuvius pada abad 79, silahkan nikmati novel Pompeii ini.

Novel ini menceritakan detikk-detik menjelang  meletusnya gunung Vesuvius. Harris menggunakan beberapa sudut pandang tokoh dalam menjalankan novel ini, dengan satu tokoh utama yaitu seorang Aquarius Aqua Augusta baru yang berusia muda. Didukung oleh tokoh-tokog lain yang tak kalah peranan Continue reading