Karena skripsi saya tentang cyberbullying, kayanya ke depannya akan banyak postingan mengenai info ini. Mungkin sebagian dari kalian sudah tahu dan bahkan mengalami, tapi banyak juga ternyata yang belum tahu istilah ini,padahal sudah sering sekali mengalaminya. Pernah membajak dan dibajak akun jejaring sosial? Pernah menghina dina seseorang saat chatting? Atau pernah menyudutkan seseorang di sebuah forum chat? yap,ternyata itu salah satu jenis cyberbullying lho.
Agar lebih jelas dan lebih paham lagi, berikut saya rangkum beberapa kajian teoritis mengenai cyberbullying yang dilansir dari berbagai sumber terpercaya seperti jurnal internasional ilmiah, buku, dan artikel ilmiah juga.
Cyberbullying merupakan salah satu jenis bullying. Intimidasi dalam dunia cyber meliputi bentuk agresi dalam hubungan dan segala bentuk-bentuk ancaman elektronik, dan ini terjadi di mana-mana (Parsons, 2005). Istilah cyberbullying dikenalkan oleh Bill Belsey dari Kanada, dan istilah ini berkembang begitu cepat. Cyberbullying memiliki definisi yang beda-beda. Berikut adalah definisi cyberbullying menurut para ahli :
Bandung Time


bootingskoblog



Hampir semua teman-teman seangkatan mengeluhkan kondisi ini. Mengeluhkan kertas-kertas tugas yang tidak dipahaminya, atau barisan kalimat dosen yang membuat otak mereka overload . Beberapa di antaranya (only one or two) , memaksakan diri untuk memahami materi, dengan niat, IP saya tidak boleh turun. Tapi mungkin hanya beberapa, satu atau dua orang. Sebagian besar berpikir sama “IP saya tidak boleh turun”, tapi lagi-lagi, berbanding terbalik dengan usaha mereka untuk belajar dan optimalisasi tugas.
Peta pikiran ini memiliki pendekatan fenomenologis yang berkaitan dengan teori medan fenomena menurut Carl Rogers. Sistem kerja peta pikiran berada pada ingatan kita terhadap sesuatu hal yang kita lambangkan dalam suatu benda, simbol, atau catatan kecil. Menurut medan fenomena ini, keseluruhan pengalaman baik yang disadari maupun tidak itu disebut medan fenomena, dan pengalaman yang disimbolkan itu berarti pengalaman yang disadari, sehingga dengan simbol itu kita akan mudah mengingatnya kembali.
Definisi



