Posts tagged ‘psikologi’

December 29, 2011

Cyberbullying, are u?

Karena skripsi saya tentang cyberbullying,  kayanya ke depannya akan banyak postingan mengenai info ini. Mungkin sebagian dari kalian sudah tahu dan bahkan mengalami, tapi banyak juga ternyata yang belum tahu istilah ini,padahal sudah sering sekali mengalaminya. Pernah membajak dan dibajak akun jejaring sosial?  Pernah menghina dina seseorang saat chatting? Atau pernah menyudutkan seseorang di sebuah forum chat? yap,ternyata itu salah satu jenis cyberbullying lho.

Agar lebih jelas dan lebih paham lagi, berikut saya rangkum beberapa kajian teoritis mengenai cyberbullying yang dilansir dari berbagai sumber terpercaya seperti jurnal internasional ilmiah, buku, dan artikel ilmiah juga.

Cyberbullying merupakan salah satu jenis bullying. Intimidasi dalam dunia cyber meliputi bentuk agresi dalam hubungan dan segala bentuk-bentuk ancaman elektronik, dan ini terjadi di mana-mana (Parsons, 2005). Istilah cyberbullying dikenalkan oleh Bill Belsey dari Kanada, dan istilah ini berkembang begitu cepat. Cyberbullying memiliki definisi yang beda-beda. Berikut adalah definisi cyberbullying menurut para ahli :

December 30, 2010

Tipe Kepribadian Holland

Menurut teori Holland, terdapat beberapa tipe kepribadian yang mempengaruhi pilihan  karirnya.  Berikut saya tulis dari makalah kelompok 1 mata kuliah Bimbingan Karir dengan judul Holland’s Career Typology Theory of Vocational Behavior .

a. Tipe Realistic

Tipe model ini memiliki kecenderungan untuk memilih lapangan kerja yang berorientasi kepada penerapan. Ciri-cirinya yaitu; mengutamakan kejantanan, kekuatan otot, keterampilan fisik, mempunyai kecakapan, dan koordinasi motorik yang kuat, kurang memiliki kecakapan verbal, konkret, bekerja praktis, kurang memiliki keterampilan sosial, serta kurang peka dalam hubungan dengan orang lain. Misalnya, petani atau  supir truk.

b. Tipe Investigatif (Intelektual)

Tipe model ini memiliki kecenderungan untuk memilih pekerjaan yang bersifat akademik atau lebih mementingkan pemikiran dari pada tindakan. Ciri-cirinya adalah memiliki kecenderungan untuk merenungkan daripada mengatasinya dalam memecahkan suatu masalah, berorientasi pada tugas, tidak sosial. Membutuhkan pemahaman, menyenangi tugas-tugas yang bersifat kabur, memiliki nilai-nilai dan sikap yang tidak konvensional. Misalnya ahli kimia, ahli biologi

June 7, 2010

“UJIAN ” Akhir Semester

UAS sudah tinggal menghitung jam, berbanding terbalik dengan usaha saya dalam belajar. Hampir setiap semester, hampir setiap tahun, belajar selalu tidak optimal, belajar selalu tidak memuaskan. Well, hampir jarang sukses dalam ‘proses’, meski ‘hasil’-nya memuaskan. Lagi-lagi disudutkan oleh rasa malas dan ketidakfokusan yang membabi buta. Hal ini yang membuat sejumlah tugas dikerjakan tidak optimal, dan sejumlah materi tidak dikuasai secara memuaskan (boro-boro memuaskan :-( ).

Hampir semua teman-teman seangkatan mengeluhkan kondisi ini. Mengeluhkan kertas-kertas tugas yang tidak dipahaminya, atau barisan kalimat dosen yang membuat otak mereka overload . Beberapa di antaranya (only one or two) , memaksakan diri untuk memahami materi, dengan niat, IP saya tidak boleh turun. Tapi mungkin hanya beberapa, satu atau dua orang. Sebagian besar berpikir sama “IP saya tidak boleh turun”, tapi lagi-lagi, berbanding terbalik dengan usaha mereka untuk belajar dan optimalisasi tugas.

June 7, 2010

Pendekatan dalam Peta Pikiran

Peta pikiran ini memiliki pendekatan fenomenologis yang berkaitan dengan teori medan fenomena menurut Carl Rogers.  Sistem kerja peta pikiran berada pada ingatan kita terhadap sesuatu hal yang kita lambangkan dalam suatu benda, simbol, atau catatan kecil. Menurut medan fenomena ini, keseluruhan pengalaman baik yang disadari maupun tidak itu disebut medan fenomena, dan pengalaman yang disimbolkan itu berarti pengalaman yang disadari, sehingga dengan simbol itu kita akan mudah mengingatnya kembali.

Contoh cara kerja pikiran yang berkaitan dengan medan fenomena ini adalah ketika kita melihat foto suatu tempat, di mana kita memiliki pengalaman khusus di tempat tersebut. Maka ingatan kita akan langsung melayang pada pengalaman khusus tersebut. Juga ketika kita melihat gambar anak kecil yang lucu, bagi kita yang memiliki adik atau anak, mungkin ingatan kita akan langsung melayang pada adik atau anak kecil yang lucu yang mirip dengan gambit anak kecil tersebut. Ingatan kita mengenai suatu memori atau pengalaman tertentu bisa terekam dalam satu gambar.

May 26, 2010

Tes Psikologis

Definisi

Tes Psikologi atau lebih dikenal sebagai Psikotes adalah tes untuk mengukur aspek individu secara psikis. tes dapat berbentuk tertulis, visual, atau evaluasi secara verbal yang teradministrasi untuk mengukur fungsi kognitif dan emosional. tes dapat diaplikasikan kepada anak-anak maupun dewasa.

Tujuan

Tes Psikologi digunakan untuk mengukur berbagai kemungkinan atas bermacam kemampuan secara mental dan apa-apa yang mendukungnya, termasuk prestasi dan kemampuan, kepribadian, intelegensi, atau bahkan fungsi neurologis.

Aplikasi

Tes Psikologi dapat dilakukan pada bermacam setting termasuk rekrutmen dalam perusahaan, mengetahui minat dan bakat anak / siswa, tujuan klinis, perkembangan anak, atau kustomisasi design dan modul dalam pelatihan / training.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.