<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>My little Words</title>
	<atom:link href="http://silmya.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://silmya.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Dec 2011 04:08:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='silmya.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>My little Words</title>
		<link>http://silmya.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://silmya.wordpress.com/osd.xml" title="My little Words" />
	<atom:link rel='hub' href='http://silmya.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Cyberbullying, are u?</title>
		<link>http://silmya.wordpress.com/2011/12/29/cyberbullying-are-u/</link>
		<comments>http://silmya.wordpress.com/2011/12/29/cyberbullying-are-u/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2011 04:08:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>silmya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berbagi Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[bullying]]></category>
		<category><![CDATA[counseling]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silmya.wordpress.com/?p=412</guid>
		<description><![CDATA[Karena skripsi saya tentang cyberbullying,  kayanya ke depannya akan banyak postingan mengenai info ini. Mungkin sebagian dari kalian sudah tahu dan bahkan mengalami, tapi banyak juga ternyata yang belum tahu istilah ini,padahal sudah sering sekali mengalaminya. Pernah membajak dan dibajak akun jejaring sosial?  Pernah menghina dina seseorang saat chatting? Atau pernah menyudutkan seseorang di sebuah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=silmya.wordpress.com&amp;blog=6384204&amp;post=412&amp;subd=silmya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Karena skripsi saya tentang <em>cyberbullying, </em> kayanya ke depannya akan banyak postingan mengenai info ini. Mungkin sebagian dari kalian sudah tahu dan bahkan mengalami, tapi banyak juga ternyata yang belum tahu istilah ini,padahal sudah sering sekali mengalaminya. Pernah membajak dan dibajak akun jejaring sosial?  Pernah menghina dina seseorang saat chatting? Atau pernah menyudutkan seseorang di sebuah forum chat? yap,ternyata itu salah satu jenis cyberbullying lho.</p>
<p><img class="alignleft" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRhxCPvGFJ5X6WqbGUg93Q0pzJeSBfSjJnjrZDyc-lqOSemMm4K" alt="" width="226" height="223" />Agar lebih jelas dan lebih paham lagi, berikut saya rangkum beberapa kajian teoritis mengenai cyberbullying yang dilansir dari berbagai sumber terpercaya seperti jurnal internasional ilmiah, buku, dan artikel ilmiah juga.</p>
<p><em>Cyberbullying</em> merupakan salah satu jenis <em>bullying</em>. Intimidasi dalam dunia <em>cyber</em> meliputi bentuk agresi dalam hubungan dan segala bentuk-bentuk ancaman elektronik, dan ini terjadi di mana-mana (Parsons, 2005). Istilah <em>cyberbullying</em> dikenalkan oleh Bill Belsey dari Kanada, dan istilah ini berkembang begitu cepat. <em>Cyberbullying</em> memiliki definisi yang beda-beda. Berikut adalah definisi <em>cyberbullying</em> menurut para ahli :<span id="more-412"></span></p>
<ol>
<li><em>Cyberbullying is the use of technology to intimidate, victimize, or bully anindividual or group</em> , <em>cyberbullying</em> adalah penggunaan teknologi untuk mengintimidasi, menjadikan korban,  atau mengganggu individu atau sekelompok orang (Bhat, 2008).<em></em></li>
<li><em>Cyberbullying is an individual or a group willfully using information and communication involving electronic technologies to facilitate deliberate and repeated harassment or threat to another individual or group by sending or posting cruel text and/or graphics using technological means&#8221; </em> (Mason, 2008, p. 323)<em>.</em></li>
</ol>
<div>
<p><em>Cyberbullying</em> dibedakan dari <em>bullying</em> “<em>face to face” </em> dalam empat cara :</p>
<ol>
<li>Siswa yang merupakan korban tidak memiliki tempat untuk sembunyi, dan dapat dijadikan target kapanpun dan di manapun</li>
<li>Cyberullying dapat melibatkan penonton yang banyak (misalnya dalam video klip di internet)</li>
<li>Siswa yang menjadi pelaku <em>cyberbullying</em> relative terlindungi oleh kontak atau akun yang anonim, yang bisa menyelematkan mereka dari hukuman</li>
<li>Sama dengan <em>bullying</em> tidak langsung dalam tradisional <em>bullying</em>, siswa pelaku <em>cyberbullying</em> tidak selalu melihat respon korban, perubahan kepuasan ini melahirkan <em>bullying</em>.</li>
</ol>
<p>(ASCA, 2009)</p>
<p>Karakteristik <em>cyberbullying </em>menurut Shaneen Shariff (32:2009) <em>anonymity, an infinite audience, prevalent sexual and homophic harassment, permanence of expression, include My Space, Facebook, and You Tube. </em>Ini merupakan karakteristik <em>cyberbullying </em> yang terjadi umumnya di beberapa Negara seperti Jepang, Korea Selatan, Singapura, China, Thailand, Inggris, Amerika Serikat, Kanada, dan New Zealand. Indonesia tidak tersebut dalam beberapa Negara ini, hal ini memungkinkan adanya perbedaan pada karakteristik <em>cyberbullying </em>di Indonesia.</p>
<p><strong>Jenis <em>Cyberbullying</em></strong></p>
<p>Konselor di sekolah perlu memahami jenis-jenis <em>cyberbullying</em> untuk dapat mendeteksi kapan siswa benar-benar  menjadi korban <em>cyberbullying</em>. Willard (2007) menyebutkan macam-macam jenis <em>cyberbullying</em> sebagai berikut/</p>
<p>1<em>. Flaming</em> (terbakar): yaitu mengirimkan pesan teks yang isinya merupakan kata-kata yang penuh amarah dan frontal. Istilah “flame” ini pun merujuk pada kata-kata di pesan yang berapi-api.</p>
<p>2. <em>Harassment</em> (gangguan): pesan-pesan yang berisi gangguan pada email, sms, maupun pesan teks di jejaring sosial dilakukan secara terus menerus</p>
<p>3.<em> Denigration </em>(pencemaran nama baik): yaitu proses mengumbar keburukan seseorang di internet dengan maksud merusak reputasi dan nama baik orang tersebut</p>
<p>4. <em>Impersonation </em>(peniruan): berpura-pura menjadi orang lain dan mengirimkan pesan-pesan atau status yang tidak baik</p>
<p>5. <em>Outing</em>: menyebarkan rahasia orang lain, atau foto-foto pribadi orang lain</p>
<p>6. <em>Trickery </em>(tipu daya): membujuk seseorang dengan tipu daya agar mendapatkan rahasia atau foto pribadi orang tersebut</p>
<p>7<em>. Exclusion </em>(pengeluaran) : secara sengaja dan kejam mengeluarkan seseorang dari grup online.</p>
<p>8. <em>Cyberstalking</em>: mengganggu dan mencemarkan nama baik seseorang secara intens sehingga membuat ketakutan besar pada orang tersebut.</p>
<p><img class="alignleft" src="http://www.cyberbullyingprotection.net/images/3114527.jpg" alt="" width="269" height="242" /></p>
<p><strong>  </strong><strong>Alat yang Digunakan dalam <em>Cyberbullying</em></strong></p>
<p>Sheri Bauman menjelaskan beberapa alat yang dijadikan perantara <em>cyberbullying</em> sebagai berikut.</p>
<ol>
<li>Instan Message (IM)</li>
</ol>
<p><em>Instant Message </em>ini meliputi email dan akun tertentu di internet yang memungkinkan penggunanya mengirimkan pesan atau teks ke pengirim lainnya yang memiliki ID di website tersebut.</p>
<ol>
<li>Chatroom</li>
</ol>
<p>Masih berhubungan dengan IM sebelumnya, chatroom merupakan salah satu fasilitas website tertentu di mana pengguna yang memiliki ID di sana dapat bergabung dalam satu kelompok chatting. Di sini pelaku <em>cyberbullying</em> dapat mengirimkan kata-kata gertakan di mana orang lain dalam grup chatting tersebut dapat membaca dengan mudah, dan korban merasa tersudutka.</p>
<ol>
<li><em>c.       </em><em>Trash Polling Site</em></li>
</ol>
<p>Mungkin ini masih jarang di Indonesia, ada beberapa pelaku <em>cyberbullying</em> yang membuat poling tertentu dengan tema yang diniatkan untuk merusak reputasi seseorang.</p>
<ol>
<li>Blog</li>
</ol>
<p>Blog merupakan website pribadi yang bisa dijadikan seperti buku harian atau diary. Di sini pelaku <em>bullying</em> bebas memposting apa saja termasuk konten yang mengintimidasi seseorang.</p>
<ol>
<li><em>Bluetooth bullying</em></li>
</ol>
<p>Praktiknya dengan mengirimkan gambar atau pesan yang mengganggu kepada seseorang melalui koneksi <em>Bluetooth </em>yang sedang aktif.</p>
<ol>
<li>Situs jejaring sosial</li>
</ol>
<p>Ini yang paling marak di Indonesia, situs jejaring sosial yang berisi banyak fitur banyak disalahgunakan pelaku <em>bullying</em> dengan memposting status, komentar, posting dinding, testimony, foto, dan lain-lain yang mengganggu, mengintimidasi, menyinggung, dan merusak citra seseorang.</p>
<p><em>Cyberbullying</em> juga banyak ditemukan pada game online. <em>Cyberbullying</em> dapat terjadi pada <em>software game </em>di PC dengan koneksi internet seperti Nintendo, Xbo 360, and Playstation 3 dan <em>cyberbullying</em> dilakukan pada pemain yang kalah yang biasanya pemain baru dan muda (American Association of School Administrators, 2009).</p>
<p>Bhat (2008) dalam <strong>Australian Journal of Guidance &amp; Counselling </strong>menyebutkan salah satu alat <em>cyberbullying</em> adalah <em>mobile phone. </em>Fitur yang digunakan dalam mengintimidasi adalah mengirimkan pesan teks atau sms, gambar, ataupun video yang mengganggu korban.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sudah lebih jelas reader?</p>
<p>Masih ada banyak informasi terkini mengenai salah satu jenis bullying ini. Saya akan posting lagi di waktu yang lain. thanks to read <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/silmya.wordpress.com/412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/silmya.wordpress.com/412/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/silmya.wordpress.com/412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/silmya.wordpress.com/412/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/silmya.wordpress.com/412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/silmya.wordpress.com/412/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/silmya.wordpress.com/412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/silmya.wordpress.com/412/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/silmya.wordpress.com/412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/silmya.wordpress.com/412/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/silmya.wordpress.com/412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/silmya.wordpress.com/412/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/silmya.wordpress.com/412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/silmya.wordpress.com/412/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=silmya.wordpress.com&amp;blog=6384204&amp;post=412&amp;subd=silmya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silmya.wordpress.com/2011/12/29/cyberbullying-are-u/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8978edac74abdc4c3171e248d66173e7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">silmya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRhxCPvGFJ5X6WqbGUg93Q0pzJeSBfSjJnjrZDyc-lqOSemMm4K" medium="image" />

		<media:content url="http://www.cyberbullyingprotection.net/images/3114527.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Konseling Bermain</title>
		<link>http://silmya.wordpress.com/2011/04/06/konseling-bermain/</link>
		<comments>http://silmya.wordpress.com/2011/04/06/konseling-bermain/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Apr 2011 04:46:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>silmya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berbagi Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[children]]></category>
		<category><![CDATA[playing]]></category>
		<category><![CDATA[Psychology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silmya.wordpress.com/?p=405</guid>
		<description><![CDATA[Last semester, when I would practice one of my task in an elementary school, I was very confused. At that time, I had to practice an individual counseling with a student  an elementary  school.  As long I have studied, I’ve only learned about the Carkhuff theory to implement a counseling practice. But, that theory is [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=silmya.wordpress.com&amp;blog=6384204&amp;post=405&amp;subd=silmya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Last semester, when I would practice one of my task in an elementary school, I was very confused. At that time, I had to practice an individual counseling with a student  an elementary  school.  As long I have studied, I’ve only learned about the Carkhuff theory to implement a counseling practice. But, that theory is not recommended for children, its used for adolescence .</p>
<p>But now, in my subject, “Guidance and Counseling for Elementary Student” which given by Mr.Solehudin, I learn about “Counseling Playing”. Its one of counseling method that we can use to approach the children. As we know, that playing is childres’s world.  How counseling playing gonna work? I will describe it, according to Mr.Solehudin’s paper (unfortuneately, he didn’t put the year on his paper). I will explain it  in Indonesian <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Konsep Konseling Bermain</strong></p>
<p>Dalam melakukan komunikasi dengan anak, kita seringkali kesulitan. Hal ini disebabkan anak tidak memiliki kemampuan yang cukup dalam menjelaskan permasalahannya. Seringnya, anak  justru akan terlihat ketakutan atau memperlihatkan penolakan jika orang dewasa mendekatinya dengan menggunakan bahasa verbal.</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://matanews.com/wp-content/uploads/bermain.jpg" alt="" width="300" height="225" /></p>
<p>Salah satu waktu anak bisa berekspresi adalah saat mereka bermain.  Sebagaiman diungkap oleh Muro &amp; Kottman (1995) bahwa bermain merupakan bentuk <em>self expression </em>bawaan anak.  Bermain terjadi secara alamiah pada anak dan merupakan suatu ekspresi spontan dari emosi dan pikiran-pikirannya.  Konselor tentu harus memanfaatkan situasi ini untuk mengeksplor emosi dan pikiran anak.</p>
<p>A Freud memandang bermain ekuivalen dengan bahasa orang dewasa. Sementara M. Klein (Muro &amp; Kottman,1995) memandang lain. Dia berpendapat bahwa aktivitas bermain dapat diinterpretasi  langsung oleh konselor secara bebas (<em>free association).<span id="more-405"></span> </em></p>
<p>Permainan anak berkembang sesuai dengan usianya.  Misalnya  bermain dengan aspek <em>sensory motor </em> merupakan dua jenis bermain yang dilakukan oleh anak pada usia tiga tahun pertama ; sedangkan bermain simbolik  mencapai puncaknya pada usia empat dan lima tahun yang kemudian diikuti dengan semakin meningkatnya aktivitas permainan dengan aturan bermain konstruktif. Kecenderungan-kecenderungan perkembangan bermain tersebut memberikan suatu indikasi tentang bahan, program, dan aktivitas bermain yang perlu disediakan bagi keperluan pendidikan dan bimbingan konseling anak.</p>
<p><strong>Tujuan Konseling Bermain</strong></p>
<p>Pada dasarnya konseling bermain memiliki tujuan yang sama dengan konseling pada umumnya, yakni membantu anak untuk belajar tentang diri dan lingkungannya sehingga ia mampu mengambil keputusan dan upaya-upaya yang tepat sesuai dengan permasalahan yang dihadapi atau kebutuhan perkembangannya.</p>
<p>Landreth mengemukakan bahwa dalam proses konseling bermain, konselor hendaknya menyelesaikan sasaran-sasaran berikut :</p>
<ol>
<li>Membangun suasana yang aman bagi anak dengan merespon anak dengan baik</li>
<li>Memahami dan menerima pandangan anak tentang lingkungannya dengan menunjukkan perhatian yang tepat</li>
<li>Mendorong anak untuk mengekspresikan emosinya tanpa <em>judgement </em></li>
<li>Mendorong anak untuk bertanggung jawab dan membuat keputusan sendiri dalam permainannya</li>
<li>Menyedikan peluang kepada anak untuk mengembangkan kemampuan pengendalian diri dan menghadapi peristiwa yang mungkin akan dihadapinya</li>
<li>Memverbalisasikan pengalaman dan pengamatan konselor tentang perasaan dan tindakan anak.</li>
</ol>
<p><strong>Proses Konseling Bermain</strong></p>
<p>Pada umumnya proses konseling tidak memiliki tahapan yang pasti. Hal-hal yang sifatnya spontan, <em>emergent, </em>dan kontekstual bisa mempengaruhi jalannya konseling bermain. Namun tentunya, proses konseling tetap harus memiliki arah yang jelas. Muro &amp; Kotmann (1995) menyarankan  konseling bermain berlangsung dalam 30-50 menit. Fase yang dilalalui adalah sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>Fase Pembukaan</li>
</ol>
<p>Konselor dengan sikap penerimaan yang baik mempersilakan dan mengundang anak untuk bermain di ruangan yang telah disiapkan sebelumnya. Menurut Carmichael (1994), peran konselor yang pertama dan terpenting adalah menyediakan suatu lingkungan yang secara emosional permisif dan aman bagi anak untuk berekspresi.</p>
<ol>
<li>Fase Anak Bermain</li>
</ol>
<p>Fase selanjutnya anak melakukan aktifitas bermain sesuai dengan minat dan pilihannya. Konselor di sini menjadi teman bermain. Pada fase ini , konselor memperhatikan pola-pola perilaku yang ditampilkan anak. Konselor  perlu memverbalisasikan  pengalaman dan pengamatan  konselor terhadap perasaan dan tindakan anak</p>
<ol>
<li>Fase Penutupan</li>
</ol>
<p>Dalam ruang bermain, seorang anak yang siap mengakhiri konseling bisa mengekspresikan kurang minat untuk bermain sehingga mungkin tampak lesu atau bahkan merengek-rengek. Disarankan agar pada sesi sebelum penutupan ada semacam pemberitahuan dari pihak konselor.  Konselor dapat mendiskusikan perubahan yang konselor lihat juga meminta pendapat anak tentang perubahan yang dialaminya sejak awal konseling bermain.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>There’s still many explanation  about this. But I wrote a little which I think its essential enough, specially for my mid-semester  examination tomorrow. Pray for me guys  :) may i get success in this subject</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/silmya.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/silmya.wordpress.com/405/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/silmya.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/silmya.wordpress.com/405/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/silmya.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/silmya.wordpress.com/405/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/silmya.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/silmya.wordpress.com/405/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/silmya.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/silmya.wordpress.com/405/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/silmya.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/silmya.wordpress.com/405/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/silmya.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/silmya.wordpress.com/405/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=silmya.wordpress.com&amp;blog=6384204&amp;post=405&amp;subd=silmya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silmya.wordpress.com/2011/04/06/konseling-bermain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8978edac74abdc4c3171e248d66173e7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">silmya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://matanews.com/wp-content/uploads/bermain.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Great woman, menurutku ..</title>
		<link>http://silmya.wordpress.com/2011/02/11/great-woman-menurutku/</link>
		<comments>http://silmya.wordpress.com/2011/02/11/great-woman-menurutku/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Feb 2011 17:12:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>silmya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sudut Obrolan Hangat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silmya.wordpress.com/?p=401</guid>
		<description><![CDATA[Wanita, dengan segala pujian dan hujatan yang tak henti berganti, menjadi makhluk yang begitu kontroversial di planet yang bernama bumi ini. Dikatakan wanita adalah tiang agama, juga perhiasan dunia (khusus wanita shalehah), atau juga racun dunia (versi changcuters). Banyak orang menyetujui di balik lelaki yang besar, sesungguhnya ada wanita yang hebat. Di setiap pidato B.J. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=silmya.wordpress.com&amp;blog=6384204&amp;post=401&amp;subd=silmya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Wanita, dengan segala pujian dan hujatan yang tak henti berganti, menjadi makhluk yang begitu kontroversial di planet yang bernama bumi ini. Dikatakan wanita adalah tiang agama, juga perhiasan dunia (khusus wanita shalehah), atau juga racun dunia (versi changcuters). Banyak orang menyetujui di balik lelaki yang besar, sesungguhnya ada wanita yang hebat. Di setiap pidato B.J. Habibi, selalu diselipkan kata-kata “Di balik kesuksesan  seorang lelaki, ada dua wanita yang sangat berpengaruh, yaitu ibu dan istri”.</p>
<p>Padahal kita pun tak bisa memungkiri, bahwa di setiap wanita yang besar, juga ada lelaki yang hebat.</p>
<p>Pada dasarnya fitrah wanita itu dipimpin laki-laki.. Jika dalam pedoman hidup ini (Al Quran) telah digariskan seperti itu, maka tidak ada seorang muslim pun yang berhak memungkirinya. Lalu bagaimana dengan persoalan wanita-wanita hebat, kuat, yang mungkin tidak lagi merasa harus dipimpin laki-laki? <em>Well</em>, saya tidak akan membahas itu, saya tidak mau membahas sisi negatif dari persoalan ini. Mari kita membicarakan sisi positif yang mungkin bisa kita gali di sini, setidaknya dalam pikiran saya pribadi.</p>
<p><em>Great woman </em>menurut saya, bukan terletak pada kecantikan paras dari seorang wanita, bukan pada gelar dan jabatan seorang wanita, bukan pada harta yang dimilikinya, atau seberapa kuat otot-ototnya. Saya berbicara dari perspektif wanita, dengan ini, saya pun ingin menjadi <em>great woman. </em></p>
<p><em>Great woman </em> yang pernah saya temukan di dunia ini, salah satunya adalah istri BJ.Habibi, Ainun Habibi. Habibi begitu mencintai Ainun, dan saya yakin, lelaki serasional  dan secerdas Habibi memiliki jutaan alasan tepat untuk mencintai Ainun. Dalam buku <em>Habibie dan Ainun </em> yang ditulis langsung oleh Habibi, sering ditemukan ungkapan yang sama, “Ainun yang mengilhami, menenangkan, tidak pernah mengeluh, dan  memberikan senyum yang selalu saya rindukan” .</p>
<p><img class="alignleft" src="http://ppiptek.ristek.go.id/admin/foto_berita/Hasri_Ainun_Habibi.jpg" alt="" width="240" height="360" /></p>
<p>Di balik kebesaran seorang Habibi, Ainun-lan tempatnya pulang dan menenangkan diri. Ainun yang cerdas, shalehah, dan sangat berkesempatan untuk berkarir sebagai lulusan kedokteran UI, memilih untuk menjadi rumah yang nyaman untuk Habibi. Seperti dikutip dalam buku  A. Makmur Makka (SABJH) hal. 386, sebagai berikut</p>
<p>“<em>Mengapa saya tidak bekerja? Bukankah saya dokter? Memang. Dan sangat mungkin saya bekerja pada waktu itu. Namun saya pikir : buat apa uang tambahan dan kepuasan batin yang barangkali cukup banyak jika akhirnya diberikan kepada  seorang perawat pengasuh anak bergaji tinggi dengan resiko kami harus kehilangan kedekatan dengan anak sendiri? Apa artinya tambahan uang dan kepuasan professional jika akhirnya anak saya tidak bisa saya timang sendiri, saya bentuk sendiri kepribadiannya? Anak saya tidak akan mempunyai ibu. Seimbangkan anak kehilangan ibu bapak, seimbangkah orang tua kehilangan anak, dengan uang dan kepuasan pribadi tambahan karena bekerja? Itulah sebabnya saya menerima hidup pas-pasan”</em></p>
<p>Kata-kata yang mencengangkan. Seperti inilah pandangan seorang <em>great woman </em>yang saya maksud. Tidak, bukan berarti wanita itu harus berdiam diri di rumah dan tak perlu mengenyam pendidikan. Kita lihat Ainun dengan segala kecerdasan, ketenangan, dan ke-<em>legowo</em>­-annya. Apakah ilmu kedokteran yang dipelajari Ainun itu terbuang percuma ketika dia menjadi ibu rumah tangga? Saya pikir tidak. Justru Ainun menjadi dokter pribadi bagi Habibi dan anak-anaknya.<span id="more-401"></span></p>
<p>Lalu, apakah karena kita (para wanita) mempelajari ilmu yang tidak berbuhubungan dengan kehidupan rumah tangga, kita tidak bisa mengaplikasikan ilmu kita di rumah? Itu pertanyaan klasik. Semua bisa diaplikasikan, kecuali bagi orang-orang yang malas berpikir. Justru wanita memerlukan pendidikan yang tinggi, untuk merawat dan membesarkan anak yang kemudian menjadi tunas bangsa dan agama.</p>
<p>Kebesaran seorang wanita bisa dilihat dari bagaimana dia memperlakukan suaminya, dan kebesaran seorang laki-laki bisa dilihat dari bagaimana dia memperlakukan ibu dan istrinya. Karena pada dasarnya wanita memang ingin ditaklukan dan dipimpin laki-laki. Ainun tidak akan sebegitu mudahnya  <em>legowo</em> pada Habibi, jika Habibi tidak memiliki kemampuan memimpin keluarga yang baik.</p>
<p><em>Great woman </em>menurut saya, adalah wanita yang nyaman dijadikan rumah tempat pulang dan beristirahat. Wanita shalehah yang menjadikan Al Quran sebagai satu-satunya pedoman hidup. Wanita yang penuh inspirasi dan menyejukkan. Wanita yang mengendurkan egoisme, untuk kemudian mau dipimpin, dan membahagiakan orang-orang di sekitarnya.</p>
<p>Semoga saya bisa menjadi seorang  <em>great woman </em>yang dimaksud, Amin Ya Rabbal Alamin.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/silmya.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/silmya.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/silmya.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/silmya.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/silmya.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/silmya.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/silmya.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/silmya.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/silmya.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/silmya.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/silmya.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/silmya.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/silmya.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/silmya.wordpress.com/401/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=silmya.wordpress.com&amp;blog=6384204&amp;post=401&amp;subd=silmya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silmya.wordpress.com/2011/02/11/great-woman-menurutku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8978edac74abdc4c3171e248d66173e7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">silmya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ppiptek.ristek.go.id/admin/foto_berita/Hasri_Ainun_Habibi.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Tipe Kepribadian Holland</title>
		<link>http://silmya.wordpress.com/2010/12/30/tipe-kepribadian-holland/</link>
		<comments>http://silmya.wordpress.com/2010/12/30/tipe-kepribadian-holland/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Dec 2010 10:23:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>silmya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berbagi Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[bimbingan karir]]></category>
		<category><![CDATA[karir]]></category>
		<category><![CDATA[kepribadian]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silmya.wordpress.com/?p=393</guid>
		<description><![CDATA[Menurut teori Holland, terdapat beberapa tipe kepribadian yang mempengaruhi pilihan  karirnya.  Berikut saya tulis dari makalah kelompok 1 mata kuliah Bimbingan Karir dengan judul Holland’s Career Typology Theory of Vocational Behavior . a. Tipe Realistic Tipe model ini memiliki kecenderungan untuk memilih lapangan kerja yang berorientasi kepada penerapan. Ciri-cirinya yaitu; mengutamakan kejantanan, kekuatan otot, keterampilan fisik, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=silmya.wordpress.com&amp;blog=6384204&amp;post=393&amp;subd=silmya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menurut teori Holland, terdapat beberapa tipe kepribadian yang mempengaruhi pilihan  karirnya.  Berikut saya tulis dari makalah kelompok 1 mata kuliah Bimbingan Karir dengan judul <em>Holland’s Career Typology Theory of Vocational Behavior .</em></p>
<p><em> </em><strong>a. </strong><strong>Tipe <em>Realistic</em></strong></p>
<p>Tipe model ini memiliki kecenderungan untuk memilih lapangan kerja yang berorientasi kepada penerapan. Ciri-cirinya yaitu; mengutamakan kejantanan, kekuatan otot, keterampilan fisik, mempunyai kecakapan, dan koordinasi motorik yang kuat, kurang memiliki kecakapan verbal, konkret, bekerja praktis, kurang memiliki keterampilan sosial, serta kurang peka dalam hubungan dengan orang lain. Misalnya, petani atau  supir truk.</p>
<p><strong>b. </strong><strong>Tipe <em>Investigatif</em> (Intelektual)</strong></p>
<p>Tipe model ini memiliki kecenderungan untuk memilih pekerjaan yang bersifat akademik atau lebih mementingkan pemikiran dari pada tindakan. Ciri-cirinya adalah memiliki kecenderungan untuk merenungkan daripada mengatasinya dalam memecahkan suatu masalah, berorientasi pada tugas, tidak sosial. Membutuhkan pemahaman, menyenangi tugas-tugas yang bersifat kabur, memiliki nilai-nilai dan sikap yang tidak konvensional. Misalnya ahli kimia, ahli biologi<span id="more-393"></span></p>
<p><strong>c. </strong><strong>Tipe <em>Social</em></strong></p>
<p>Tipe model ini memiliki kecenderungan untuk memilih lapangan pekerjaan yang bersifat membantu orang lain. Ciri-ciri dari tipe model ini adalah pandai bergaul dan berbicara, bersifat responsif, bertanggung jawab, kemanusiaan, bersifat religius, membutuhkan perhatian, memiliki kecakapan verbal, hubungan antar pribadi, kegiatan-kegiatan rapi dan teratur, menjauhkan bentuk pemecahan masalah secara intelektual, lebih berorientasi pada perasaan. Misalnya pekerja sosial dan  guru</p>
<p><strong>d. </strong><strong>Tipe <em>Conventional</em></strong></p>
<p>Tipe model ini pada umumnya  memiliki kecenderungan untuk terhadap kegiatan verbal, ia menyenangi bahasa yang tersusun baik, numerik (angka) yang teratur, menghindari situasi yang kabur, senang mengabdi, mengidentifikasikan diri dengan kekuasaan, memberi nilai yang tinggi terhadap status dan kenyataan materi, mencapai tujuan dengan mengadaptasikan dirinya ketergantungan pada atasan. Misalnya penjaga buku/ pustakawan, teller bank.</p>
<p><strong>e. </strong><strong>Tipe <em>Enterprising</em></strong></p>
<p>Tipe model ini memiliki ciri khas di antaranya menggunakan keterampilan-keterampilan berbicara dalam situasi di mana ada kesempatan untuk menguasai orang lain atau mempengaruhi orang lain, menganggap dirinya paling kuat, jantan, mudah untuk mengadakan adaptasi dengan orang lain, menyenangi tugas-tugas sosial yang kabur, perhatian yang besar pada kekuasaan, status dan kepemimpinan, agresif dalam kegiatan lisan. Misalnya salesman, politisi.</p>
<p><strong>f. </strong><strong>Tipe <em>Artistic</em></strong></p>
<p>Tipe model orientasi ini memiliki kecenderungan berhubungan dengan orang lain secara tidak langsung, bersifat sosial dan sukar menyesuaikan diri. Mereka tidak menyukai struktur dan lebih memilih tugas-tugas menekankan keterampilan fisik atau interaksi interpersonal. Mereka keras kepala dan asosial sangat mirip dengan investisatives, tetapi berbeda dalam bahwa mereka lebih feminin daripada maskulin, menunjukkan relatif sedikit kontrol diri, dan mengekspresikan emosi lebih mudah dari kebanyakan orang. Misalnya musisi dan seniman.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em><br />
</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/silmya.wordpress.com/393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/silmya.wordpress.com/393/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/silmya.wordpress.com/393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/silmya.wordpress.com/393/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/silmya.wordpress.com/393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/silmya.wordpress.com/393/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/silmya.wordpress.com/393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/silmya.wordpress.com/393/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/silmya.wordpress.com/393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/silmya.wordpress.com/393/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/silmya.wordpress.com/393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/silmya.wordpress.com/393/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/silmya.wordpress.com/393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/silmya.wordpress.com/393/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=silmya.wordpress.com&amp;blog=6384204&amp;post=393&amp;subd=silmya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silmya.wordpress.com/2010/12/30/tipe-kepribadian-holland/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8978edac74abdc4c3171e248d66173e7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">silmya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pola asuh dan Fitrah Manusia</title>
		<link>http://silmya.wordpress.com/2010/11/26/pola-asuh-dan-fitrah-manusia/</link>
		<comments>http://silmya.wordpress.com/2010/11/26/pola-asuh-dan-fitrah-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Nov 2010 18:31:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>silmya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berbagi Ilmu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silmya.wordpress.com/?p=388</guid>
		<description><![CDATA[Berkali-kali saya mengikuti perkuliahan tentang pola asuh anak. Berkali-kali juga saya menemui puisi karya Dorothy Law Nolte yang begitu banyak dikopi orang untuk  makalah dan presentasinya, mari kita lihat sebentar  puisinya : Anak-anak Belajar Dari Apa Yang Mereka Alami Bila anak hidup dengan kritikan, Ia belajar untuk mengutuk. Bila anak hidup dengan permusuhan, Ia belajar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=silmya.wordpress.com&amp;blog=6384204&amp;post=388&amp;subd=silmya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berkali-kali saya mengikuti perkuliahan tentang pola asuh anak. Berkali-kali juga saya menemui puisi</p>
<p>karya Dorothy Law Nolte yang begitu banyak dikopi orang untuk  makalah dan presentasinya, mari kita lihat sebentar  puisinya :</p>
<p>Anak-anak Belajar Dari Apa Yang Mereka Alami</p>
<p>Bila anak hidup dengan kritikan,</p>
<p>Ia belajar untuk mengutuk.<br />
Bila anak hidup dengan permusuhan,<br />
Ia belajar untuk melawan.<br />
Bila anak hidup dengan ejekan,<br />
Ia belajar menjadi pemalu.<br />
Bila anak hidup dengan rasa malu,<br />
Ia belajar untuk merasa bersalah.<span id="more-388"></span></p>
<p>Bila anak hidup dengan toleransi,<br />
Ia belajar menjadi sabar.<br />
Bila anak hidup dengan penuh dukungan,<br />
Ia belajar untuk percaya diri.<br />
Bila anak hidup dengan keadilan,<br />
Ia belajar menjadi adil.<br />
Bila anak hidup dengan rasa aman,<br />
Ia belajar untuk mempunyai keyakinan.<br />
Bila anak hidup dengan pengakuan,<br />
Ia belajar untuk menyukai dirinya.<br />
Bila anak hidup dengan kejujuran,<br />
Ia belajar kebenaran.<br />
Bila anak hidup dengan penerimaan dan persahabatan,<br />
Ia belajar menemukan rasa kasih sayang di dunia.</p>
<p>(Terjemahan dari Dorothy Law Nolte, 1982)</p>
<p>nice poem right?</p>
<p>Setelah puisi ini, materi pola asuh yang masih saja melekat dari semester ke semester adalah tentang adanya tiga pola asuh dalam keluarga :</p>
<p>1. Permisif, yaitu di mana orang tua hampir selalu membolehkan anak melakukan apapun, dan mengabulkan hampir semua permintaan anak</p>
<p>2. Demokratis, yaitu di mana orang tua menggunakan pendekatan kerjasama dalam mencapai tujuantujuan pengasuhan dengan mengijinkan anak untuk berperan serta dalam<br />
pengambilan keputusan</p>
<p>3. Otoriter, yaitu pengambilan keputusan dipusatkan pada tangan seorang pemimpin keluarga, tanpa ada hak suara anak.</p>
<p>Setiap pola asuh memiliki dampak yang berbeda pada karakter anak. Kartono (2000) menjelaskan bahwa pola asuh demokratis memberikan banyak<br />
keuntungan bagi orang tua dan anak. Anak merasa dihargai dengan sikap demokratis orang tua sehingga antara anak dan orang terjalin komunikasi yang harmonis. Kerugiannya, ada kemungkinan anak terlalu berani mengemukakan pendapatnya sehingga ada kesan anak berani dengan orang tua. Shochib (2002) berpendapat bahwa pola asuh otoriter memberikan dampak perasaan tertekan pada anak karena diharuskan untuk mengikuti semua aturan orang tua. Keuntungannya, anak dalam sikap dan perilaku sesuai aturan yang diterapkan oleh orang tua. Supriyapto (2001) menyatakan bahwa keuntungan pola asuh kebebasan membuat anak menjadi mandiri, tidak tergantung pada orang tua. Di sisi lain, kerugiannya anak akan melakukan kebebasan tanpa batas yang dapat merugikan dirinya sendiri atau orang tua, seperti anak ada kemungkinan terjerumus dalam pemakaian obatobatan.</p>
<p>Lalu setiap perkuliahan itu saya tertegun. Saya mengerti, ilmu pengetahuan bersifat berkembang, kita bisa menerima atau menolak suatu asumsi. Hanya saja kita tidak bisa memastikan asumsi kita benar tanpa penelitian yang valid.</p>
<p>Jika kita lihat, di atas seperti ada cetakan. Pola asuh seperti cetakan yang akan mencetak anak yang sama. Cetakan permisif akan menghasilkan anak yang serupa, begitu juga dengan cetakan demokratis dan otoriter. Padahal jika kita lihat, jangankan dari beberapa orang tua, dari satu orang tua saja, menghasilkan beberapa anak dengan karakter yang relatif berbeda kan? Padahal mungkin orang tua tersebut menggunakan pola asuh yang sama.</p>
<p>Di sinilah kita kembali ke agama, bahwa manusia terlahir fitrah atau kita artikan sebagai suci. Suci di sini, bukan berarti seperti tabula rasa menurut John  Locke di abad 17, di mana manusia seperti kertas putih yang siap dan bisa ditulisi apapun. Islam memandangnya lain. Fitrah di sini, anak tetap membawa potensi dalam dirinya sejak lahir. Dalam makalahnya Anwar Sutoyo menjelaskan bahwa fitrah memiliki komponen-komponen tertentu :</p>
<p>&#8220;<em>Created by God humans are equipped with “fitrah”, that is elements and systems that Allah gives to every human. The elements include the body, soul, nafs, and iman, where the fitrah of “believing in Allah” becomes the “foundation” and “core” of the other three fitrahs. The potential of iman is seen as the “foundation” and “core” because if somebody’s iman has developed and functioned well, the other fitrahs (body, soul, and nafs) will also develop and function well.&#8221;</em></p>
<p>Dengan ini, bisa kita asumsikan, bahwa alasan mengapa setiap anak memiliki karakter dan iman yang berbeda meski di bawah pola asuh yang sama, adalah karena setiap anak dilahirkan dengan potensi di dalamnya. Allah telah menitipkan tubuh, jiwa, iman, beserta potensi, kepada manusia. Tapi tentu saja, dalam perkembangannya, anak sangat dipengaruhi lingkungan. Potensi yang dibawa, lingkungan yang mengitari, serta respon anak kepada lingkungan inilah yang membentuk perilaku anak.</p>
<p>Setelah berpikir seperti ini, muncullah pemikiran-pemikiran lain di benak saya. Jika setiap orang memiliki potensi, seharusnya tidak ada orang yang minder, tidak boleh ada yang mengatakan kata &#8220;bodoh&#8221; kepada orang lain. Karena pada dasarnya tidak ada yang bodoh, mungkin hanya &#8220;belum tahu&#8221;.</p>
<p>Semoga tulisan ini bermanfaat <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/silmya.wordpress.com/388/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/silmya.wordpress.com/388/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/silmya.wordpress.com/388/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/silmya.wordpress.com/388/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/silmya.wordpress.com/388/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/silmya.wordpress.com/388/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/silmya.wordpress.com/388/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/silmya.wordpress.com/388/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/silmya.wordpress.com/388/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/silmya.wordpress.com/388/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/silmya.wordpress.com/388/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/silmya.wordpress.com/388/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/silmya.wordpress.com/388/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/silmya.wordpress.com/388/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=silmya.wordpress.com&amp;blog=6384204&amp;post=388&amp;subd=silmya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silmya.wordpress.com/2010/11/26/pola-asuh-dan-fitrah-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8978edac74abdc4c3171e248d66173e7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">silmya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perkembangan Sosial Anak</title>
		<link>http://silmya.wordpress.com/2010/11/03/perkembangan-sosial-anak/</link>
		<comments>http://silmya.wordpress.com/2010/11/03/perkembangan-sosial-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Nov 2010 18:50:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>silmya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berbagi Ilmu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silmya.wordpress.com/?p=381</guid>
		<description><![CDATA[Berikut review saya mengenai materi perkembangan sosial anak. ( Semoga UTS besok sukses, doakan ya pembaca ) Pertama yang harus kita pahami, tentu definisi dari perkembangan sosial ini. Syamsu Yusuf (2007)  menyatakan bahwa Perkembangan sosial merupakan pencapaian kematangan dalam hubungan sosial. Perkembangan sosial dapat pula diartikan sebagao proses belajar untuk menyesuaikan diri terhadap norma-norma kelompok, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=silmya.wordpress.com&amp;blog=6384204&amp;post=381&amp;subd=silmya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut review saya mengenai materi perkembangan sosial anak. ( Semoga UTS besok sukses, doakan ya pembaca <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  )</p>
<p>Pertama yang harus kita pahami, tentu definisi dari perkembangan sosial ini. Syamsu Yusuf (2007)  menyatakan bahwa Perkembangan sosial merupakan pencapaian kematangan dalam hubungan sosial. Perkembangan sosial dapat pula diartikan sebagao proses belajar untuk menyesuaikan diri terhadap norma-norma kelompok, moral dan tradisi ; meleburkan diri menjadi satu kesatuan dan saling berkomunikasi dan kerja sama.</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://www.voicesnow.org/Images/kidscircle.jpg" alt="" width="340" height="225" /></p>
<p>Kita langsung saja kepada tingkah laku sosial anak  yang diwujudkan dalam interaksi-interaksi sosial seperti :<span id="more-381"></span></p>
<p>1.      Pembangkangan (Negativisme)</p>
<p>Bentuk tingkah laku melawan. Tingkah laku ini terjadi sebagai reaksi terhadap penerapan disiplin atau tuntutan orang tua atau lingkungan yang tidak sesuai dengan kehendak anak. Tingkah laku ini mulai muncul pada usia 18 bulan dan mencapai puncaknya pada usia tiga tahun dan mulai menurun pada usia empat hingga enam tahun. Sikap orang tua terhadap anak seyogyanya tidak memandang  pertanda mereka anak yang nakal, keras kepala, tolol atau sebutan negatif lainnya, sebaiknya orang tua mau memahami sebagai proses perkembangan anak dari sikap dependent menuju kearah independent.</p>
<p>1.      Agresi (<em>Agression</em>)</p>
<p>Yaitu perilaku menyerang balik secara fisik (nonverbal) maupun kata-kata (verbal). Agresi merupakan salah bentuk reaksi terhadap rasa frustasi ( rasa kecewa karena tidak terpenuhi kebutuhan atau keinginannya). Biasanya bentuk ini diwujudkan dengan menyerang seperti ; mencubut, menggigit, menendang dan lain sebagainya.</p>
<p>Sebaiknya orang tua berusaha mereduksi, mengurangi agresifitas anak dengan cara mengalihkan perhatian atau keinginan anak. Jika orang tua menghukum anak yang agresif maka egretifitas anak akan semakin memingkat.</p>
<p>2.      Berselisih (Bertengkar)</p>
<p>Sikap ini terjadi jika anak merasa tersinggung atau terganggu oleh sikap atau perilaku anak lain.</p>
<p>3.      Menggoda (<em>Teasing</em>)</p>
<p>Menggoda merupakan bentuk lain dari sikap agresif, menggoda merupakan serangan mental terhadap orang lain dalam bentuk verbal (kata-kata ejekan atau cemoohan) yang menimbulkan marah pada orang yang digodanya.</p>
<p>4.      Persaingan (<em>Rivaly</em>)</p>
<p>Yaitu keinginan untuk melebihi orang lain dan selalu didorong oleh orang lain. Sikap ini mulai terlihat pada usia empat tahun, yaitu persaingan prestice dan pada usia enam tahun semangat bersaing ini akan semakin baik.</p>
<p>5.      Kerja sama (<em>Cooperation</em>)</p>
<p>Yaitu sikap mau bekerja sama dengan orang lain. Sikap ini mulai nampak pada usia tiga tahun atau awal empat tahun, pada usia enam hingga tujuh tahun sikap ini semakin berkembang dengan baik.</p>
<p>6.      Tingkah laku berkuasa (<em>Ascendant behavior</em>)</p>
<p>Yaitu tingkah laku untuk menguasai situasi sosial, mendominasi atau bersikap bossiness. Wujud dari sikap ini adalah ; memaksa, meminta, menyuruh, mengancam dan sebagainya.</p>
<p>7.      Mementingkan diri sendiri (<em>selffishness)</em></p>
<p>Yaitu sikap egosentris dalam memenuhi interest atau keinginannya.</p>
<p>8.      Simpati (<em>Sympaty</em>)</p>
<p>Yaitu sikap emosional yang mendorong individu untuk menaruh perhatian terhadap orang lain mau mendekati atau bekerjasama dengan dirinya.</p>
<p>Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan sosial ini sebenarnya terdiri dari tiga rumpun, yakni faktor biologis,psikologis, dan lingkungan. Uraian faktor tersebut adalah :</p>
<ol>
<li>Keluarga</li>
</ol>
<p>Keluarga merupakan lingkungan pertama yang memberikan pengaruh terhadap berbagai aspek perkembangan anak, termasuk perkembangan sosialnya. Kondisi dan tata cara kehidupan keluarga merupakan lingkungan yang kondusif bagi sosialisasi anak. Proses pendidikan yang bertujuan mengembangkan kepribadian anak lebih banyak ditentukan oleh keluarga, pola pergaulan, etika berinteraksi dengan orang lain banyak ditentukan oleh keluarga.</p>
<ol>
<li>Kematangan</li>
</ol>
<p>Untuk dapat bersosilisasi dengan baik diperlukan kematangan fisik dan psikis sehingga mampu mempertimbangkan proses sosial, memberi dan menerima nasehat orang lain, memerlukan kematangan intelektual dan emosional, disamping itu kematangan dalam berbahasa juga sangat menentukan.</p>
<ol>
<li>Status      Sosial Ekonomi</li>
</ol>
<p>Kehidupan sosial banyak dipengaruhi oleh kondisi sosial ekonomi keluarga dalam masyarakat. Perilaku anak akan banyak memperhatikan kondisi normatif yang telah ditanamkan oleh keluarganya.</p>
<ol>
<li>Pendidikan</li>
</ol>
<p>Pendidikan merupakan proses sosialisasi anak yang terarah. Hakikat pendidikan sebagai proses pengoperasian ilmu yang normatif, anak memberikan warna kehidupan sosial anak didalam masyarakat dan kehidupan mereka dimasa yang akan datang.</p>
<ol>
<li>Kapasitas      Mental : Emosi dan Intelegensi</li>
</ol>
<p>Kemampuan berfikir dapat banyak mempengaruhi banyak  hal, seperti kemampuan belajar, memecahkan masalah, dan berbahasa. Perkembangan emosi perpengaruh sekali terhadap perkembangan sosial anak. Anak yang berkemampuan intelek tinggi akan berkemampuan berbahasa dengan baik. Oleh karena itu jika perkembangan ketiganya seimbang maka akan sangat menentukan keberhasilan perkembangan sosial anak.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/silmya.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/silmya.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/silmya.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/silmya.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/silmya.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/silmya.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/silmya.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/silmya.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/silmya.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/silmya.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/silmya.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/silmya.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/silmya.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/silmya.wordpress.com/381/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=silmya.wordpress.com&amp;blog=6384204&amp;post=381&amp;subd=silmya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silmya.wordpress.com/2010/11/03/perkembangan-sosial-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8978edac74abdc4c3171e248d66173e7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">silmya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.voicesnow.org/Images/kidscircle.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Perkembangan Emosi Anak</title>
		<link>http://silmya.wordpress.com/2010/11/03/perkembangan-emosi-anak/</link>
		<comments>http://silmya.wordpress.com/2010/11/03/perkembangan-emosi-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Nov 2010 18:43:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>silmya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berbagi Ilmu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silmya.wordpress.com/?p=379</guid>
		<description><![CDATA[Seperti biasa, menjelang ujian-ujian, saya akan me-review materi melalui blog ini. Bagi saya ini berfungsi untuk menerangkan kembali materi yang saya ingat dengan bahasa sendiri, juga mungkin memiliki manfaat yang lain-lain bagi pembaca . Nah kali ini saya akan sedikit membahas aspek perkembangan emosi pada anak. Materi ini dipresestasikan oleh kelompok saya, kelompok 3 program [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=silmya.wordpress.com&amp;blog=6384204&amp;post=379&amp;subd=silmya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti biasa, menjelang ujian-ujian, saya akan me-review materi melalui blog ini. Bagi saya ini berfungsi untuk menerangkan kembali materi yang saya ingat dengan bahasa sendiri, juga mungkin memiliki manfaat yang lain-lain bagi pembaca <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  . Nah kali ini saya akan sedikit membahas aspek perkembangan emosi pada anak. Materi ini dipresestasikan oleh kelompok saya, kelompok 3 program studi Bimbingan Konseling ontop anak.</p>
<p>Oke, sebelumnya, mari kita mengenal apa arti emosi.</p>
<p>Menurut English and English, emosi adalah “<em>A complex feeling state accompanied by characteristic motor and glandular activities” </em>atau suatu keadaan perasaan yang kompleks yang disertai karakteristik kegiatan kelenjar dan motoris. Seringkali kita mengartikan emosi hanya pada keadaan kita marah atau kita benci. Padahal definisi emosi secara global adalah, keadaan perasaan kita secara keseluruhan. Benci, marah, senang, sedih, itulah macam-macam emosi.<span id="more-379"></span></p>
<p>Next, yang kita bicarakan adalah emosi pada anak. Karakteristiknya seperti apa ya? tentu beda dengan karakteristik emosi orang dewasa. Karakteristik emosi pada anak mencakup :</p>
<p>a.       Berlangsung singkat dan berakhir tiba-tiba</p>
<p>b.      Terlihat lebih hebat atau kuat</p>
<p>c.       Bersifat sementara atau dangkal.</p>
<p>d.      Lebih sering terjadi</p>
<p>e.       Dapat diketahui dengan jelas dari tingkah lakunya.</p>
<p>f.        Reaksi mencerminkan individualitas</p>
<p>Perkembangan emosi pada anak sebenarnya sulit diukur. Variasi emosi pada anak juga banyak <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  . Variasi ini sangat bergantung dengan kondisi lingkungan anak, jadi emosi itu menentukan respon apa yang diberikan pada lingkungannya. Emosi ini juga kebutuhan lho, jadi anak perlu untuk memperlihatkan emosinya, bisa dikatakan terpenuhi kebutuhan emosinya jika emosi yang dikeluarkan dapat dikendalikan dengan baik.</p>
<p>Ada dua kondisi yang mempengaruhi perkembangan emosi, berikut uraiannya saya kutip langsung dari makalah saya, yang juga diambil dari buku <strong>Perkembangan Anak </strong>karya Elizabeth Hurlock</p>
<p>1.      Peran Pematangan</p>
<p>Perkembangan kelenjar endokrin penting untuk mematangkan perilaku emosional. Bayi secara relatif kekurangan produksi endokrin yang diperlukan untuk menopang reaksi fisiologis terhadap stres. Kelenjar adrenalin memainkan peran utama dalam emosi yang mengecil secara tajam ketika bayi baru lahir. Tidak lama kemudian kelenjar itu mulai membesar lagi, dan membesar dengan pesat saat anak berusia 5 tahun. Pembesarannya melambat pada usia 5 sampai 11 tahun, dan membesar leih pesat lagi sampai anak berusia 16 tahun. Pada usia 16 tahun kelenjar tersebut kembali keukuran semula seperti pada saat anak lahir. Hanya sedikit adrenalin yang diproduksi dan dikeluarkan sampai saat kelenjar itu membesar. Pengaruhnya penting terhadap keadaan emosional pada masa kanak-kanak.</p>
<p>2.      Peran Belajar</p>
<p>Lima jenis kegiatan belajar turut menunjang pola perkembangan emosi pada masa kanak-kanak. Terlepas dari metode yang digunakan, dari segi perkembangan anak harus siap untuk belajar sebelum tiba saatnya masa belajar. Sebagai contoh, bayi yang baru  lahir tidak mampu mengekspresikan kemarahan kecuali dengan menangis. Dengan adanya pematangan system saraf dan otot, anak-anak mengembangkan potensi untuk berbagai macam reaksi. Pengalaman belajar mereka akan menentukan reaksi potensial mana yang akan mereka gunakan untuk menyatakan kemarahan.</p>
<p>Untuk jenis-jenis emosi, tidak akan saya uraikan. Karena tentu Anda sudah sangat mengenal jenis-jenis emosi seperti marah, takut, senang, dan cemburu kan? Memang ada perbedaan pada penjelasan emosi anak ini, tapi tidak akan saya  uraikan di sini, silahkan cari keterangannya di buku atau referensi lain. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/silmya.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/silmya.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/silmya.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/silmya.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/silmya.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/silmya.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/silmya.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/silmya.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/silmya.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/silmya.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/silmya.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/silmya.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/silmya.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/silmya.wordpress.com/379/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=silmya.wordpress.com&amp;blog=6384204&amp;post=379&amp;subd=silmya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silmya.wordpress.com/2010/11/03/perkembangan-emosi-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8978edac74abdc4c3171e248d66173e7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">silmya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Definisi Penelitian</title>
		<link>http://silmya.wordpress.com/2010/09/24/definisi-penelitian/</link>
		<comments>http://silmya.wordpress.com/2010/09/24/definisi-penelitian/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Sep 2010 17:17:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>silmya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berbagi Ilmu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silmya.wordpress.com/?p=375</guid>
		<description><![CDATA[Penelitian adalah investigasi yang sistematis, terkontrol, empiris dan kritis dari suatu proposisi hipotesis mengenai hubungan tertentu antarfenomena (Kerlinger, 1986: 17-18). Penelitian merupakan refleksi dari keinginan untuk mengetahui sesuatu berupa fakta-fakta atau fenomena alam. Perhatian atau pengamatan awal terhadap fakta atau fenomena merupakan awal dari kegiatan penelitian yang menimbulkan suatu pertanyaan atau masalah (Indriantoro &#38; Supomo,1999: [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=silmya.wordpress.com&amp;blog=6384204&amp;post=375&amp;subd=silmya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penelitian adalah investigasi yang sistematis, terkontrol, empiris dan kritis dari suatu proposisi hipotesis mengenai hubungan tertentu antarfenomena (Kerlinger, 1986: 17-18).</p>
<p>Penelitian merupakan refleksi dari keinginan untuk mengetahui sesuatu berupa fakta-fakta atau fenomena alam. Perhatian atau pengamatan awal terhadap fakta atau fenomena merupakan awal dari kegiatan penelitian yang menimbulkan suatu pertanyaan atau masalah (Indriantoro &amp; Supomo,1999: 16).</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://andisite.files.wordpress.com/2008/03/cover_img_png.png?w=280&#038;h=136" alt="" width="280" height="136" /><span id="more-375"></span></p>
<p>Menurut Fellin, Tripodi dan Meyer (1969) penelitian adalah suatu cara sistematik untuk maksud meningkatkan, memodifikasi dan mengembangkan pengetahuan yang dapat disampaikan (dikomunikasikan) dan diuji (diverifikasi) oleh peneliti lain.</p>
<p>Definisi penelitian di antara ketiga ahli ini tentu didasarkan pada latar belakang pendidikan yang berbeda juga latar belakang waktu yang berbeda. Kerlinger mendefinisikan penelitian pada tahun 1986. Kerlinger memuat beberapa istilah yang tidak mudah dikenali orang dalam definisi penelitiannya. Sehingga orang awam akan kesulitan memahami maksud definisi yang diuraikannya. Meski definisi di atas sudah diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia, tapi tetap saja memuat istilah yang tidak semua orang dapat memahaminya, seperti kata “investigasi” atau “proposisi”.</p>
<p>Namun penggunaan istilah ini digunakan untuk keefisienan definisi tersebut. Sehingga satu kalimat definisi singkat, menjabarkan banyak makna. Karlinger menyebutkan empat karakteristik penelitian yaitu sistematis, terkontrol, empiris dan kritis. Empat karakterisitik ini sudah melingkupi prasyarat dari sebuah penelitian. Selanjutnya Karlinger menyebutkan objek penelitian yaitu <em>proposisi hipotesis mengenai hubungan tertentu antarfenomena</em>, sehingga definisi Karlinger bisa disebut lengkap karena memuat kata kerja utama penelitian yaitu investigasi atau penyelidikan, karakteristik penelitian, dan objek penelitian.</p>
<p>Selanjutnya definisi dari Indriantoro &amp; Supomo pada tahun 1999, cukup berbeda dengan definisi yang diuraikan Karlinger. Indriantoro tidak menyematkan karakteristik penelitian dalam definisinya. Hal unik dari pengertian ini adalah adanya pengertian “refleksi dari keinginan”, karena sangat benar jika dikatakan sebuah penelitian diawali oleh sebuah keinginan, juga rasa keingintahuan terhadap sesuatu.  Tidak akan lahir sebuah penelitian jika tidak ada pemikiran kritis yang menimbulkan keingintahuan untuk mencari tahu lebih dalam tentang sesuatu.</p>
<p>Indriantoro &amp; Supomo memiliki kesamaan dengan Karlinger dalam menyebutkan objek dari penelitian ini, yaitu fenomena. Namun bedanyam Karlinger menyebutkan objeknya yaitu hubungan antarfenomena, sedangkan Indriantoro &amp; Supomo hanya menyebutkan fenomena dan fakta secara umum.</p>
<p>Definisi yang ketiga dari Fellin dkk. menyebutkan kembali satu karakteristik yang disebutkan Kerlinger sebelumnya yaitu “sistematik”. Uniknya, mereka menguraikan tujuan dari penelitian itu sendiri, yaitu “meningkatkan, memodifikasi dan mengembangkan pengetahuan” tidak seperti kedua definisi sebelumnya yang tidak menyematkan tujuan penelitian pada definisi miliknya.</p>
<p>Dari analisis ketiga definisi dari para ahli di atas, dapat saya simpulkan bahwa pengertian penelitian yaitu :</p>
<p><strong>Suatu penyelidikan yang bersifat sistematik, terkontrol, empiris dan kritis, dalam mengungkap suatu fenomena atau hubungan fenomena tertentu dengan maksud meningkatkan, memodifikasi dan mengembangkan pengetahuan yang dapat diverifikasi.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Referensi</strong></p>
<p>Kurniasih, Erni. (2010). Hakikat Ilmu dan Penelitian. [online]. Tersedia : <a href="http://ernakurniasih.blogspot.com/2010/02/hakikat-ilmu-dan-penelitian.html">http://ernakurniasih.blogspot.com/2010/02/hakikat-ilmu-dan-penelitian.html</a>. 15 September 2010.</p>
<p>Rusdi,Ibnu. (2008). <em>Pengertian, Tujuan, Implikasi Dan Langkah-Langkah Penelitian</em> . [online]. Tersedia<strong> :</strong>http://ibnurusdi.wordpress.com/2008/04/06/pengertian-penelitian/. 15 September 2010.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/silmya.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/silmya.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/silmya.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/silmya.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/silmya.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/silmya.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/silmya.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/silmya.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/silmya.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/silmya.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/silmya.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/silmya.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/silmya.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/silmya.wordpress.com/375/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=silmya.wordpress.com&amp;blog=6384204&amp;post=375&amp;subd=silmya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silmya.wordpress.com/2010/09/24/definisi-penelitian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8978edac74abdc4c3171e248d66173e7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">silmya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://andisite.files.wordpress.com/2008/03/cover_img_png.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Novel &#8220;A Thousand Splendid Suns&#8221;</title>
		<link>http://silmya.wordpress.com/2010/08/30/novel-a-thousand-splendid-suns/</link>
		<comments>http://silmya.wordpress.com/2010/08/30/novel-a-thousand-splendid-suns/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Aug 2010 05:28:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>silmya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silmya.wordpress.com/?p=362</guid>
		<description><![CDATA[Nama Novel      : A Thousand Splendid Suns Penulis                : Khaled Hosseini Penerbit             : Qanita Tahun terbit     : Cetakan I tahun 2007 Halaman            : 501 Bagi yang pernah membaca atau menonton film The Kite Runner, pasti tidak asing dengan nama Khaled Hosseini.  Novel ini pun tak kalah mengagumkan dengan The Kite Runner.  Novel ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=silmya.wordpress.com&amp;blog=6384204&amp;post=362&amp;subd=silmya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://silmya.files.wordpress.com/2010/08/1000.jpg?w=112&#038;h=176" alt="" width="112" height="176" />Nama Novel      : A Thousand Splendid Suns</p>
<p>Penulis                : Khaled Hosseini</p>
<p>Penerbit             : Qanita</p>
<p>Tahun terbit     : Cetakan I tahun 2007</p>
<p>Halaman            : 501</p>
<p>Bagi yang pernah membaca atau menonton film The Kite Runner, pasti tidak asing dengan nama Khaled Hosseini.  Novel ini pun tak kalah mengagumkan dengan The Kite Runner.  Novel ini bercerita tentang dua perempuan Afganistan yang hidup di tengah hiruk pikuk pemerintahan Afganistan dan mengalami penderitaan yang mungkin tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.</p>
<p>Dua perempuan ini berjuang mempertahankan hidup dengan takdir mereka yang begitu menyedihkan. Berlatarkan perang Afganistan dari tahun 1970-an sampai tahun 2000-an, Khaled membawa sisi kehidupan lain Afganistan<span id="more-362"></span> kepada pembaca.  Dengan alur yang sangat rapi, emosi setiap tokoh dibuat begitu menghujam di setiap halamannya. Khaled pun mampu membuat pembaca masuk ke dalam cerita dengan menggambarkan keadaan dalam cerita yang mampu membuat kita mudah berimajinasi. Kesedihan novel ini beruntun dari awal cerita sampai akhir cerita, begitu mengoyak.</p>
<p>Ada beberapa segmen kehidupan Afganistan yang membuat saya terkaget-kaget. Terutama dalam penegakan hukum Islam yang terlalu keras, sehingga saya khawatir pembaca yang awam tentang dunia keislaman akan memiliki sudut pandang yang salah terhadap hukum Islam, terlebih pada pemeluk agama Islam. Jika Anda penasaran, silahkan cari novel ini, dan selamat membaca <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/silmya.wordpress.com/362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/silmya.wordpress.com/362/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/silmya.wordpress.com/362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/silmya.wordpress.com/362/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/silmya.wordpress.com/362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/silmya.wordpress.com/362/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/silmya.wordpress.com/362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/silmya.wordpress.com/362/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/silmya.wordpress.com/362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/silmya.wordpress.com/362/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/silmya.wordpress.com/362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/silmya.wordpress.com/362/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/silmya.wordpress.com/362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/silmya.wordpress.com/362/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=silmya.wordpress.com&amp;blog=6384204&amp;post=362&amp;subd=silmya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silmya.wordpress.com/2010/08/30/novel-a-thousand-splendid-suns/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8978edac74abdc4c3171e248d66173e7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">silmya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://silmya.files.wordpress.com/2010/08/1000.jpg?w=112" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Novel Pompeii</title>
		<link>http://silmya.wordpress.com/2010/08/30/novel-pompeii/</link>
		<comments>http://silmya.wordpress.com/2010/08/30/novel-pompeii/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Aug 2010 03:34:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>silmya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi Buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silmya.wordpress.com/?p=356</guid>
		<description><![CDATA[Judul        : Pompeii Penulis     : Robert Harris Penerbit  : Gramedia Pustaka Utama Tahun       : Cetakan I, September 2009 Tebal         : 392 halaman Mengulang kesuksesan novel IMPERIUM, Robert Harris tak pernah mengecewakan dalam mengemas satu lagi novel sejarah. Bagi yang tertarik mengetahui seluk-beluk Pompeii, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=silmya.wordpress.com&amp;blog=6384204&amp;post=356&amp;subd=silmya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://resensiana.com/wp-content/uploads/2010/03/pompeii.jpg" alt="" width="163" height="250" />Judul               : Pompeii<br />
Penulis            : Robert Harris<br />
Penerbit     : Gramedia Pustaka Utama<br />
Tahun              : Cetakan I, September 2009<br />
Tebal                : 392 halaman</p>
<p>Mengulang kesuksesan novel IMPERIUM, Robert Harris tak pernah mengecewakan dalam mengemas satu lagi novel sejarah. Bagi yang tertarik mengetahui seluk-beluk Pompeii, kota yang hancur karena letusan gunung Vesuvius pada abad 79, silahkan nikmati novel Pompeii ini.</p>
<p>Novel ini menceritakan detikk-detik menjelang  meletusnya gunung Vesuvius. Harris menggunakan beberapa sudut pandang tokoh dalam menjalankan novel ini, dengan satu tokoh utama yaitu seorang Aquarius Aqua Augusta baru yang berusia muda. Didukung oleh tokoh-tokog lain yang tak kalah peranan<span id="more-356"></span> pentingnya seperti Corelia Ampilata putri seorang penguasa di Pompeii saat itu, juga Laksamana Gaius Plinius seorang ilmuwan filsuf, sejarawan, naturalis dan sekaligus panglima angkatan laut Romawi.</p>
<p>Harris begitu apik menguraikan alur cerita di sini, karena didasarkan pada riset yang terpercaya. Meskipun ada beberapa film dokumenter yang mengisahkan kejadian di Pompeii ini, novel ini tetap terasa segar untuk dinikmati. Saya pribadi membaca novel ini hanya dalam beberapa jam saja, karena begitu membaca, saya terus penasaran dan terbawa arus ketegangan gunung Vesivius.<!--more--></p>
<p>Namun, tetap saja ini merupakan novel yang fiksi. Banyak &#8220;keajaiban&#8221; yang memang terasa dramatis. Namun tentu, cita rasa novel yang dramatis menjadi salah satu daya tarik novel itu sendiri. Menurut saya, novel ini sangat direkomendasikan untuk dibaca <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  .</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/silmya.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/silmya.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/silmya.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/silmya.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/silmya.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/silmya.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/silmya.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/silmya.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/silmya.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/silmya.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/silmya.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/silmya.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/silmya.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/silmya.wordpress.com/356/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=silmya.wordpress.com&amp;blog=6384204&amp;post=356&amp;subd=silmya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silmya.wordpress.com/2010/08/30/novel-pompeii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8978edac74abdc4c3171e248d66173e7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">silmya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://resensiana.com/wp-content/uploads/2010/03/pompeii.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
