Saya sedang tidak ingin menulis puisi. Tidak seperti malam kemarin di mana jutaan kata berebut masuk dalam bait puisi saya, sebelum saya tertidur. Tapi saat itu saya tak berpena, juga tak ada keyboard yang bisa saya sentuh. Alhasil, mungkin, bait bait puisi itu ikut tertidur seperti saya, dan entah kapan akan terbangun lagi.
Beberapa hari ini, terbujur lemah di atas kasur, atau kursi panjang. Perut saya sering menjerit-jerit, kepala saya seperti dikerubungi lebah, menyengat.
Bandung Time


bootingskoblog







